10 Rahasia Agar Dicintai Allah
10 Rahasia Agar Dicintai Allah

1. Mentadabburi Al–Quran dan Mengamalkannya
Untuk
menapaki cinta kepada Allah adalah membaca Al-Quran dengan khusyuk,
disertai perenungan mendalam terhadap makna-makna yang terkandung di
dalamnya dengan menghadirkan kesadarannya secara total bahwa kita sedang
bermunajat kepada Allah. Inilah rahasia menuju cinta kepada Allah.
Setelah
memahami makna-makna Al-Quran, maka kita harus mempraktikannya dalam
kehidupan sehari-hari dan mengajarkannya kepada orang lain. Hidup dengan
mempraktikkan pedoman dalam Al-Quran akan membuat hidup kita bermakna,
karena selalu menapaki jalan kebajikan. Seperti yang telah diriwayatkan
oleh Usman bin Affan bahwa Rasulullah bersabda “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya”.
2. Mendekatkan Diri kepada Allah dengan Amalan-amalan Sunnah
Ada
dua golongan dari seorang hamba Allah yang beruntung. Pertama, yang
mencintai Allah yaitu yang menjalankan amalan-amalan wajib. Kedua, yang
dicintai Allah yaitu jika kita melakukan amalan-amalan sunnah setelah
tuntas amalan wajib. Golongan inilah yang disebut Ibnu Al-Qayyim
Al-Jauziyah dengan “Kualitas diri yang sampai kepada kualitas yang
dicintai Allah setingkat lebih tinggi setelah mencintai Allah”. Jika
kita telah menuntaskan amalan wajib dan menambahnya dengan amalan sunnah
maka kualitas diri kita meningkat menjadi “Yang dicintai Allah.”
3. Mengingat Allah di dalam Hati, Lisan, dan Tindakan Sehari-hari
Mengingat
Allah adalah kesadaran diri akan Allah, baik hati, ucapan, maupun
tindakan. Apabila kita mengingat Allah maka seorang hamba akan
mendapatkan ampunan dan ridha-Nya. Allah berfirman “..Laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan
untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS Al-Ahzab: 35). Jadi
dengan mengingat Allah hidup menjadi lurus dan selaras dalam kebaikan.
Mengingat Allah dalam hati, lisan, dan perbuatan adalah bekal untuk
masuk surga dan menapaki tingkatan-tingkatan di dalamnya.
4. Cinta kepada Allah membawa Cinta Kepada Seluruh Makhluk-Nya
Ridha
kepada Allah membawa diri kita pada ridha selain-Nya, maksudnya diri
kita merasa ridha bahwa apa pun yang ada di alam semesta ini di bawah
ketentuan Allah. Inilah ketentraman jiwa yang diperoleh dari keridhaan
kepada-Nya. Ketentraman inilah yang dimilki oleh orang yang beriman
dengan ridha kepada-Nya.
5. Merenungkan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah serta Berma’rifat terhadapNya
Hamba
yang beriman adalah orang yang mengenal Allah melalui nama-nama-Nya,
sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya. Kemudian dia membenarkan
Allah dalam pergaulannya sehari-hari, ikhlas niat dan tujuannya, serta
tidak berperilaku melainkan dengan budi pekerti yang luhur.
Hamba
yang mengimani sifat-sifat Allah dan kesadaran diri akan
kesempurnan-Nya adalah pembangkit bagi hati untuk cinta kepada-Nya. Hati
pasti akan selalu cinta kepada yang dikenalnya dan terus rindu untuk
selalu bersama-Nya.
6. Menyadari Kebaikan Allah dan Segala Kenikmatan dariNya
Sebagai
hamba senantiasa diliputi oleh segala kebaikan dari Allah. Segala
kenikmatan, kasih sayang, dan segala hak dapat memenuhi perasaannya.
Tidak ada yang memberikan kenikmatan dan kebahagiaan di dunia ini kepada
kita selain Allah. Semua yang ada di alam semesta ini, pasti semuanya
dariNya. Dengan demikian, tidak ada yang layak untuk dicintai dengan
segala ketulusan selain Allah.
7. Menyerahkan Diri Sepenuhnya Hanya kepada Allah
Maksud
menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah adalah kekhusyukan hati,
penyerahan diri sepenuhnya, kesadaran diri sangat butuh kepada-Nya, dan
menjaga etika menghamba kepada-Nya. Semua definisi tersebut menunjukkan
bahwa hati adalah sumber dari praktik khusyuk yang kemudian
mendisiplinkan tubuh.
8. Bermunajat kepada Allah di Tengah Malam
Allah
memberikan sanjungan bagi siapa saja yang lambungnya jauh dari tempat
tidur untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah. Kita mendirikan shalat
malam di mana shalat tersebut adalah seutama-utama shalat sunnah. Inilah
praktik yang meningkatkan kualitas cinta kita kepada Allah. Kita bangun
malam dan mendirikan shalat ketika orang-orang sedang terlelap tidur.
9. Bersahabat dengan Para Pecinta Allah
Disnilah
Ibnu Al-Qayyim menjadikan interaksi dengan para pecinta Allah sebagai
keniscayaan menuju cinta kepada Allah. Rasulullah bersabda “Allah
berfirman, Cintaku menjadi keniscayaan bagi orang-orang yang
mencintai-Ku. Cintaku menjadi keniscayaan bagi orang-orang yang
mencintai-Ku. Cintaku menjadi keniscayaan bagi orang-orang yang
mengunjungi-Ku.” (Hr. Ahmad).
Sesungguhnya
cinta seorang muslim kepada saudaranya karena Allah adalah buah dari
ketulusan iman dan budi pekerti yang luhur. Cinta tersebut dijaga oleh
Allah dalam hati seorang hamba yang beriman, sehingga keimanan tersebut
tidak melenceng ataupun melemah.
10. Menjauhi Segala Hal yang Dapat Melalaikan Hati
Jika
kita ingin mencintai Allah, maka tidak ada pilihan bagi kita untuk
senantiasa menjaga hati agar tetap bersih. Oleh karena itu mari menjaga
hati dari segala sesuatu yang dapat melalaikan hati dengan senantiasa
mengawasi dan membersihkan hati dari penyakit yang dapat membuatnya
kotor.
Hati yang bersih adalah hati
yang senantiasa menyadari bahwa Allah itu benar adanya, hari kiamat
pasti kedatangannya, dan Allah pasti membangkitkan manusia dari
kuburnya. Hati yang bersih adalah hati yang sehat. Sehatnya hati karena
menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga
kita termasuk hamba yang memiliki hati yang bersih.
Semoga
kita dapat menjadi hamba yang memiliki kedudukan yang mulia di
hadapan-Nya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu agar menuntun kami dapat
senantiasa berada dalam jalan yang lurus, menyerahkan diri sepenuhnya
kepada-Mu, mengenal-Mu, dan mentauhidkan-Mu. Anugerahkanlah kepada kami
cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintaimu, dan cinta untuk
meningkatkan kualitas diri yang dapat mengantarkan kami kepada cinta-Mu.
Aamiin
Komentar
Posting Komentar